Harga emas dunia mengalami kenaikan signifikan sebesar 1% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta), didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global akibat eskalasi perang tarif. Kenaikan ini terjadi di tengah antisipasi investor terhadap data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di masa mendatang.
Emas sebagai Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Pasar
Harga emas di pasar spot menguat 1% menjadi USD 2.917,79 per ons, sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,7% pada level USD 2.920,90. Analis pasar menyoroti bahwa emas tetap menjadi aset safe haven yang diminati investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
“Emas kemungkinan akan tetap didukung di tengah ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung, sehingga meningkatkan permintaan untuk aset safe haven. Namun, setiap perkembangan positif dalam negosiasi Rusia-Ukraina dapat mengurangi premi risiko,” ujar Zain Vawda, Analis Pasar dari MarketPulse by OANDA.
Dampak Perang Tarif dan Kebijakan Ekonomi AS
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang utama, termasuk China, Meksiko, dan Kanada, telah menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar global. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global, yang pada gilirannya mendorong permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai.
Sejak Selasa lalu, Trump memberlakukan tarif baru sebesar 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada, serta bea masuk baru pada barang-barang China. Namun, dua hari kemudian, AS membebaskan sebagian besar impor dari Meksiko dan beberapa dari Kanada dari tarif tersebut selama sebulan. Langkah ini menambah ketidakpastian di pasar, yang justru menguntungkan harga emas.
Fokus pada Data Inflasi AS
Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan diumumkan pada hari Rabu, serta Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis. Menurut jajak pendapat Reuters, CPI bulan Februari diperkirakan naik 0,3%. Data ini akan menjadi kunci bagi investor untuk memprediksi langkah The Fed dalam menetapkan suku bunga di masa depan.
Para pedagang saat ini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Juni. Kebijakan suku bunga rendah cenderung mendukung harga emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil dan lebih menarik di lingkungan suku bunga rendah.
Potensi Kenaikan Harga Emas Terbatas
Meskipun emas mendapatkan dukungan dari ketidakpastian pasar, beberapa analis memperingatkan bahwa potensi kenaikan harga emas mungkin terbatas. “Harga emas sudah diperdagangkan pada level yang sangat tinggi karena kenaikan tajam sejak awal tahun, yang membatasi potensi kenaikan lebih lanjut,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Sebelumnya, harga emas sempat turun pada perdagangan hari Senin karena aksi ambil untung, meskipun permintaan aset safe haven tetap tinggi. Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD 2.904,50 per ons, sementara harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi USD 2.910,90.
Prospek Emas di Tengah Ketidakpastian Global
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyatakan bahwa meskipun ada penurunan harga emas akibat aksi ambil untung, permintaan safe haven tetap kuat. “Ada sedikit penurunan harga emas karena aksi ambil untung yang ringan dan pasar saham yang melemah. Namun, kita mungkin akan melihat beberapa dorongan dari permintaan safe haven nanti,” ujarnya.
Ketidakpastian mengenai perang dagang dan potensi resesi ekonomi global terus mendukung harga emas. “Rekor tertinggi mungkin terjadi lagi. Data yang lebih lemah dari perkiraan akan menguntungkan emas,” tambah Wyckoff.
Harga emas terus menunjukkan ketahanannya di tengah gejolak pasar global. Dengan melemahnya dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai aset safe haven. Namun, perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi perdagangan dan data ekonomi AS akan menjadi faktor penentu bagi pergerakan harga emas di masa mendatang.





