Tana Paser – Memasuki bulan Ramadan 1446 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, melonjak drastis. Dari sebelumnya Rp 60.000 per kilogram, harga cabai rawit kini mencapai Rp 120.000 per kilogram untuk cabai yang masih kotor, dan Rp 150.000 per kilogram untuk cabai yang sudah dibersihkan. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan suci.
Menurut Sunarmi, salah seorang pedagang di pasar tersebut, kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Tidak hanya cabai rawit, cabai keriting juga mengalami peningkatan harga yang signifikan, dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram. “Stok cabai lokal sangat terbatas. Saat ini, sebagian besar pasokan cabai rawit berasal dari Kalimantan Selatan,” ujar Sunarmi.
Gagal panen akibat tingginya curah hujan disebut sebagai penyebab utama kelangkaan cabai lokal. Sardi, seorang petani cabai, mengungkapkan bahwa produksi cabai lokal dalam tiga hari terakhir hanya mencapai sekitar 10 kilogram. “Cuaca ekstrem dan tingginya permintaan menjelang Ramadan menjadi faktor utama kenaikan harga,” kata Sardi. Ia juga menambahkan bahwa biaya perawatan tanaman cabai semakin tinggi akibat hujan terus-menerus dan harga pupuk yang melambung.
Suherman, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Paser, menyatakan bahwa ketersediaan barang di pasar masih dalam kondisi aman. Namun, pihaknya masih melakukan analisis mendalam untuk menentukan penyebab utama lonjakan harga cabai.
Meskipun stok dianggap aman, kenaikan harga cabai tetap menjadi perhatian serius bagi pedagang dan konsumen. Masyarakat berharap harga cabai rawit dan cabai keriting dapat segera stabil setelah pasokan kembali normal. Namun, ketidakpastian harga cabai saat ini terus mempengaruhi daya beli masyarakat di Pasar Induk Penyembolum Senaken.
Para pedagang dan petani berharap adanya intervensi pemerintah untuk mengatasi fluktuasi harga dan memastikan ketersediaan pasokan cabai di pasaran. Tanpa langkah konkret, harga cabai diperkirakan akan tetap tinggi selama Ramadan, membebani konsumen dan mengganggu stabilitas pasar.












