Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Paser Masih Tahap Pemetaan

Dapur Umum MBG Diharapkan Jangkau 36 Titik di 10 Kecamatan, Siap Serap 1.800 Tenaga Kerja Lokal

Berita1140 Views

Tana Paser – Kabupaten Paser masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat untuk memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski belum berjalan, program ini telah mencapai tahap pemetaan lokasi dapur umum. Sebanyak 36 titik di 10 kecamatan telah ditetapkan, dengan setiap dapur umum MBG mampu menjangkau radius hingga 6 kilometer (Km) dari sekolah-sekolah terdekat. Setiap dapur umum diperkirakan dapat memproduksi 3.000 hingga 3.500 porsi MBG per hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pengelompokan (kluster) berdasarkan radius maksimal 6 Km.

Saat ini, Kabupaten Paser baru memiliki satu lokasi dapur umum MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan oleh institusi Polri. Lokasi tersebut berada di Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot. Berdasarkan perhitungan kluster, dapur MBG di Desa Tapis akan mampu menjangkau empat desa dan satu kelurahan, yaitu Desa Tapis, Tepian Batang, Janju, Jone, dan Kelurahan Tanah Grogot.

Meski pemetaan telah dilakukan, infrastruktur dapur umum MBG di 36 titik tersebut belum dipersiapkan. Hal ini dikarenakan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser khawatir jika terlalu cepat membangun infrastruktur, nantinya tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pusat.

Mengenai pendanaan, program MBG sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Anggaran yang disiapkan untuk satu dapur umum mencapai Rp10 miliar per tahun. “Anggarannya semuanya dari BGN,” tegas Yunus Syam. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menyerap 1.800 tenaga kerja lokal dari 36 titik dapur umum yang telah dipetakan.

Yunus Syam menambahkan, setiap dapur umum MBG akan membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja. Pekerjanya bisa dari orang lokal, karena nanti ada 50 orang yang dipekerjakan untuk satu dapur, seperti memasak, pendistribusian, dan sebagainya. Selain tenaga kerja lokal, setiap dapur umum juga akan dikelola oleh tiga orang dari BGN, yaitu satu koordinator, satu ahli gizi, dan satu ahli akuntansi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada vendor yang siap mengelola dapur umum MBG di Kabupaten Paser. Keterlibatan vendor sebagai pihak ketiga dinilai penting untuk memastikan kelancaran operasional dapur umum MBG.

Program MBG di Kabupaten Paser diharapkan tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi siswa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. “Bila ini terlaksana, sangat luar biasa. Dari pekerja yang melayani ribuan orang, dan ini dilaksanakan hampir setiap hari,” tutup Yunus Syam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed